Afgiansyah menjelaskan, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia cenderung menggunakan pola komunikasi tidak langsung (indirect). Namun, menurut dia, situasi tersebut kerap berubah ketika komunikasi berlangsung di media sosial. Menurut Afgiansyah, tenaga kesehatan tersebut perlu menyadari bahwa setiap pernyataan disampaikan di media sosial tidak hanya mencerminkan pribadi, tetapi juga profesi diemban. "Ketika seorang dokter atau perawat berbicara di media sosial, sebenarnya dia juga sedang merepresentasikan profesinya. Padahal, media sosial merupakan bagian dari komunikasi massa memiliki jangkauan luas dan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap profesi tertentu.