Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Polri dan diduga melibatkan prajurit TNI tengah menjadi perhatian. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendorong agar pimpinan kedua institusi melakukan koordinasi intens guna menyeleseaikan kejadian ini secara tegas dan transparan. "Saya mendorong pimpinan TNI dan Polri, baik di tingkat wilayah maupun pusat, untuk berkoordinasi dan mengawal langsung penanganan kasus ini. Sahroni menegaskan, peristiwa tersebut tidak boleh digeneralisasi sebagai cerminan hubungan TNI dan Polri secara keseluruhan. "Saya meyakini soliditas TNI dan Polri tetap kuat.