Liputan6.com, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta masyarakat mewaspadai akun Telegram palsu mencatut lembaga tersebut. Mereka juga menegaskan data yang dijual oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan. Tetapi BPJS Kesehatan menyatakan bahwa kanal Telegram dengan nama "EDABU BPJS BOT" tidak dibuat, dimiliki, maupun dikelola pihaknya. Advertisement"Data yang dijual dan disebar oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan, karena dipastikan memiliki struktur informasi yang sangat berbeda dengan data di BPJS Kesehatan," tulis BPJS yang dikutip Rabu (5/8/2026). "Jika memerlukan informasi terkait kepesertaan atau hal lainnya, pastikan Anda mengaksesnya melalui layanan resmi BPJS Kesehatan, seperti aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA 08118165165, Care Center 165," tulis BPJS Kesehatan.