Proyek pembangunan PLTA tersebut telah tercatat secara resmi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. AdvertisementSuroso menjelaskan, proyek PLTA ditargetkan dapat menyumbang kapasitas sebesar 11,7 gigawatt (GW) dalam 10 tahun ke depan. "Untuk merealisasikan target pembangunan PLTA sebesar 11,7 GW, dibutuhkan investasi sekitar USD 35 miliar atau sekitar Rp 627,38 triliun (dalam kurs 1 US$ Rp 17.925). Perhitungan itu didasarkan pada kebutuhan investasi sekitar US$ 3 juta untuk setiap megawatt (MW) kapasitas pembangkit," papar Suroso. "Karena 11.000 MW (11,7 GW) kita memerlukan kurang lebih, kalau 1 MW nya adalah US$ 3 juta, maka kita memerlukan paling tidak US$ 35 miliar," sambung dia.