None
CA
Rupiah Kembali Melemah, Harga Minyak dan Defisit Dagang Jadi Beban
['Arthur Gideon', 'Diterbitkan Agustus', 'Tim Redaksi']
Liputan6.com Bisnis
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari kembali naiknya harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah pada kisaran di 17.980 per doalr AS-18.140 per dolar AS, dipengaruhi oleh global kembali naiknya harga minyak.
Kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang melebar ke sisi produksi kilang minyak," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (4/8/2026).
Mengutip Kantor Berita Anadolu, harga minyak Brent sempat melonjak sekitar 25% sepanjang Juli 2026 setelah konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran menggagalkan kesepakatan damai sementara.
Kondisi tersebut memicu gangguan pasokan energi, mulai dari Selat Hormuz hingga Laut Merah, sehingga mendorong harga minyak naik dalam beberapa pekan terakhir.