Penerbit stablecoin Tether meningkatkan kepemilikan emas dengan laju yang menyaingi bank sentral global. Pada laporan keuangan itu mencatat laba operasional bersih sebesar US$ 1,5 miliar atau Rp 27,06 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040) dan mengungkapkan penambahan 14 ton emas fisik selama kuartal tersebut. Hasil ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan strategi cadangan Tether di tengah volatilitas signifikan pada harga emas dan Bitcoin," ujar perusahaan dalam siaran persnya. Perusahaan menambahkan pada akhir kuartal tersebut, nilai cadangannya melampaui nilai kewajibannya sebesar kurang lebih US$ 4,11 miliar atau Rp 74,1 triliun. "Kuartal kedua membuktikan kekuatan strategi cadangan Tether di bawah tekanan pasar yang nyata," ujar CEO Tether, Paolo Ardoino.