Liputan6.com, Jakarta - Berbagai penolakan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026 dinilai akibat kurang maksimalnya komunikasi publik oleh penyelenggara. Padahal, keberadaan lembaga penyiaran (TV dan radio) akan dapat membantu penyelenggara mensosialisasikan pesan tentang pentingnya sensus tersebut ke masyarakat. Semakin baik lembaga penyiaran memberikan edukasi, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat untuk disensus. Ia mengusulkan pemerintah dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melibatkan lembaga penyiaran untuk menyukseskan program sensus tersebut. "Jumlah lembaga penyiaran di Indonesia ada ribuan.