Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi bergerak fleksibel mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Sebagaimana diketahui, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mengalami penurunan sebesar Rp 300 menjadi Rp 15.950 per liter. Bahlil menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari melemahnya harga minyak dunia dan Indonesia Crude Price (ICP). AdvertisementMeskipun mekanisme pasar berlaku—di mana harga dapat naik ketika minyak dunia melonjak—pihaknya mengapresiasi penyesuaian harga yang dilakukan oleh Pertamina maupun badan usaha swasta saat harga minyak sedang melandai. Bahlil pun kembali memberikan kepastian bahwa pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.