Hingga semester pertama 2026, beban pokok penjualan turun 31,78% menjadi Rp 1,59 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,33 triliun. Laba kotor perseroan turun 22,12% menjadi Rp 3,16 triliun hingga semester I 2026 dari periode semester I 2025 sebesar Rp 4,05 triliun. Beban usaha susut 6,12% menjadi Rp 2,11 triliun hingga semester I 2026 dari semester II 2026 sebesar Rp 2,24 triliun. Laba usaha melemah 41,98% menjadi Rp 1,05 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,81 triliun. Laba per saham turun menjadi Rp 28,88 hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 61,59.