Berbagai survei hingga awal 2025 pun merekam optimisme masyarakat yang terus melesat. Sebaliknya, hanya 9 persen responden yang masih percaya bahwa AI memberikan "lebih banyak manfaat daripada dampak buruk." Menariknya, sebagaimana dikutip dari Futurism, Senin (3/8/2026), penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap AI. Sebanyak 70 persen responden mengaku "cukup atau sangat paham" mengenai AI, naik 6 persen dibanding 2024. Semakin tinggi tingkat literasi masyarakat terhadap AI, mereka kian enggan menerimanya dalam kehidupan sehari-hari.