Para ahli menyoroti beberapa alasan psikologis yang mendasari perilaku “doom spending”. Perasaan tidak berdaya dan ketidakpastian ini diperkuat oleh paparan berita negatif yang tiada henti, memicu pencarian kelegaan melalui perilaku yang merangsang jalur penghargaan otak. Selain itu, belanja uang memicu jalur penghargaan yang sama seperti perjudian, menciptakan perilaku yang menyerupai kecanduan dan semakin sulit ditolak seiring waktu. “Doom spending” memungkinkan seseorang berpura-pura memiliki lebih banyak uang daripada yang sebenarnya, menciptakan fantasi berbahaya di mana saldo rekening bank seolah tidak penting. Pemikiran ini berlanjut menjadi, “Saya hanya akan menghabiskan uang sekarang dan tidak khawatir tentang tujuan jangka panjang seperti pensiun atau membeli rumah.”