Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bersama 55 asosiasi anggotanya telah melayangkan ancaman boikot terhadap seluruh kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA, termasuk Piala Dunia. Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas rencana FIFA untuk melibatkan investor swasta dalam entitas komersial barunya, FIFA Forward Enterprise (FFE). Di bawah kepemimpinan Presiden Gianni Infantino, FIFA berencana membentuk FFE untuk mengelola hak komersial dan operasional turnamen-turnamen besar, seperti Piala Dunia pria dan wanita, serta Piala Dunia Antarklub. FIFA menargetkan pengumpulan dana sekitar 4,2 miliar dolar AS dengan menjual hingga 20% saham minoritas di FFE, yang diperkirakan memiliki valuasi mencapai 20 miliar dolar AS. Dana yang terkumpul ini diklaim akan digunakan untuk mempercepat pendanaan pengembangan sepak bola global, khususnya bagi 211 asosiasi anggota yang sangat bergantung pada sokongan FIFA.