Liputan6.com, Tokyo - Gempa yang kembali mengguncang Prefektur Kumamoto mengingatkan bahwa Jepang masih hidup berdampingan dengan ancaman aktivitas seismik. Di Jepang, terdapat sebuah prinsip yang sudah lama dikenal dalam dunia rekayasa bangunan: 'gempa bumi bukanlah penyebab utama jatuhnya korban jiwa, melainkan bangunan yang runtuh'. Salah satu contohnya adalah pagoda kayu tradisional yang mampu bertahan dari berbagai gempa besar, meski banyak bangunan modern di sekitarnya runtuh. Pagoda Toji setinggi sekitar 55 meter di dekat Kyoto, misalnya, tetap berdiri kokoh saat Gempa Hanshin Besar atau Gempa Kobe pada 1995, sementara banyak bangunan di sekitarnya roboh. Namun, karena lebih sering dilanda gempa, Jepang mengembangkan sejumlah penyesuaian yang membuat bangunannya lebih tahan terhadap guncangan.