Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk terus mengevaluasi target bisnisnya hingga akhir 2026 menyusul arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) serta dinamika pergerakan nilai tukar rupiah. Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Theresia Adriana, mengatakan bahwa perseroan secara berkala meninjau strategi bisnis agar tetap selaras dengan perubahan kondisi makroekonomi dan pasar keuangan, terutama mengantisipasi dampak kenaikan BI Rate terhadap industri perbankan. "Kami terus melakukan kajian dan evaluasi terhadap strategi bisnis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ekonomi, dinamika pasar, dan lingkungan usaha yang terus berubah, termasuk pergerakan BI Rate dan rupiah," ujar Theresia dalam konferensi pers daring, Kamis (30/7/2026). AdvertisementMenurut Theresia, Danamon juga mengoptimalkan sinergi ekosistem bersama grup MUFG dan seluruh entitas anak usaha. "Di tengah berbagai tantangan tersebut, kami tetap melihat peluang untuk mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan, termasuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income), memperkuat diversifikasi sumber pendapatan, serta menjaga kualitas pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," tutur Theresia.