Ajang tingkat dunia yang diselenggarakan oleh World Intellectual Properties Association (WIPA) yang berpusat di Taipei, Taiwan, ini diikuti 250 tim dari 15 negara. Di antara 20-an kategori yang dilombakan, inovasi dari YPSA Medan berhasil unggul dan mencuri perhatian dewan juri internasional. Dan ampas tebu sendiri itu seringkali tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar atau menjadi limbah," jelas Dicky Mahaputra Tarigan, Kamis (30/7/2026). Tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi karbon, inovasi ini juga mendukung penuh penerapan circular economy (ekonomi sirkular). Dari segi legalitas hukum, hak cipta inovasi ini telah didaftarkan dan saat ini tengah dalam proses pengajuan paten.