Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kepercayaan pelaku usaha menjadi salah satu modal utama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membuka peluang pembiayaan alternatif di tengah pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp 15 triliun. Ya karena ada trust, karena ada kepercayaan dari para pelaku bisnis,” kata Pramono dalam acara Silaturahmi DPRD DKI Jakarta bersama DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta dan DPD RI Dapil DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/7/2026). AdvertisementMenurut dia, kondisi APBD DKI Jakarta setelah pemotongan DBH mendorong pemerintah daerah untuk mencari sumber pembiayaan lain di luar anggaran daerah. Salah satu skema yang tengah disiapkan adalah penerbitan obligasi daerah. “Maka bagi saya kan creative financing itu sebagai alternatif.