Liputan6.com, Jakarta - Wamen Komdigi Nezar Patria menyebut literasi digital menjadi kunci untuk melawan disinformasi di media sosial. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis saat menerima informasi agar tidak terjebak. Melalui social engineering, sesuatu yang salah bisa dianggap benar, yang benar bisa dianggap salah, yang putih bisa menjadi hitam, dan yang hitam bisa menjadi putih. "Kadang-kadang kita tidak bisa membedakan mana video yang autentik dan mana yang palsu karena teknologinya sudah sangat mulus. "Masyarakat perlu membangun budaya bermedia digital yang lebih kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dangkal dan emosional."