Liputan6.com, Jakarta - Visa berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.600 karyawan atau 7% dari total tenaga kerjanya. Langkah tersebut dilakukan ketika perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi sekaligus mengalokasikan lebih banyak investasi ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi salah satu faktor yang mengubah cara perusahaan bekerja. “AI juga membantu mempercepat evolusi ini dan membentuk cara pekerjaan dilakukan di Visa,” lanjutnya. Namun, AI bukan menjadi satu-satunya faktor di balik keputusan PHK tersebut.