Proyek gasifikasi batu bara berkapasitas 2 juta ton metanol per tahun tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam pengembangan hilirisasi batu bara di Indonesia. CEO PT Arutmin Indonesia, Ido Hutabarat, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari transformasi industri batu bara nasional—dari sekadar komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui industrialisasi di dalam negeri. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci utama untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku kimia. Ia menambahkan, proyek BEC diharapkan mampu mengubah potensi batu bara Indonesia menjadi metanol sebagai produk kimia strategis yang sangat dibutuhkan industri nasional. Keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas produksi, melainkan juga dari penguatan industri kimia nasional, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Indonesia.