Liputan6.com, Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk menilai pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru harus didorong melalui industrialisasi dan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Darmono, menyebut keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada regulasi yang menarik bagi investor serta kesiapan infrastruktur dasar. Dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi, Darmono mengatakan bahwa kawasan transmigrasi serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membutuhkan pendekatan kebijakan yang berbeda dibanding Pulau Jawa. Menurutnya, insentif yang lebih kompetitif sangat diperlukan agar investor bersedia membangun usaha dari tahap awal. Advertisement"Kunci utama untuk menarik investor ke daerah adalah regulasi yang ramah dan kepastian infrastruktur.