Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jepang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal berjalan. Dalam proyeksi ekonomi paruh tahunan, Cabinet Office memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil sebesar 0,9% untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027. Namun, Jepang memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 1,1% pada tahun fiskal berikutnya, didorong kuatnya belanja modal (capital expenditure) dan konsumsi rumah tangga. AdvertisementMelansir laman CNA, Kamis (30/7/2026), proyeksi yang lebih lemah untuk tahun fiskal berjalan mencerminkan besarnya tekanan akibat kenaikan biaya energi terhadap perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada impor bahan bakar. Inflasi konsumen diproyeksikan mencapai 2,2% pada tahun fiskal 2026, lebih tinggi dibandingkan estimasi pemerintah pada Januari sebesar 1,9%, seiring dampak kenaikan biaya energi.