Pernyataan Amran ini merespons dan memperjelas potongan video Presiden Prabowo Subianto yang sempat ramai dibicarakan mengenai adanya penggilingan padi yang meraup untung Rp 2 triliun per bulan. "Kami hitung kembali, nilainya sekitar Rp 2,08 triliun per satu perusahaan. Amran menyebut ada selisih harga hingga Rp 9.300 per kilogram dari harga kelayakan ke harga jual beras kelas premium. "Beras yang harusnya seharga Rp 8.000 per kg karena kualitas standar, dijual seharga Rp 17.000 per kg. Total kerugian konsumen dihitung secara detail mencapai Rp 98 triliun hingga mendekati Rp 100 triliun, dan di dalamnya ada porsi Rp 2 triliun per bulan milik satu perusahaan korporasi tersebut," jelas Amran.