Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru kembali menunjukan peningkatan aktivitas vulkanik, pada Kamis (30/7/2026) pukul 06.31 WIB, masyarakat pun diminta waspadai perluasan awan panas dan aliran lahar dari puncak. ​"Erupsi terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 130 detik," ujar Sigit, Kamis (30/7/2026). Sedangkan Area dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah disterilkan sepenuhnya dari bahaya lontaran batu pijar. "Di sektor Tenggara di kawasan Besuk Kobokan Dilarang keras beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak," tambahnyaSigit menuturkan, potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar dingin masih mengintai wilayah DAS yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga Besuk Sat. ​"Masyarakat di sepanjang aliran sungai maupun anak sungai Besuk Kobokan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras di wilayah puncak," imbaunya.