Mengutip CNBC, Kamis (30/7/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 1.153,18 poin atau 2,19% ke posisi 51.594,14. Penurunan tersebut menjadi yang terburuk bagi Dow Jones sejak April 2025. Pasar obligasi kemudian merespons keputusan tersebut dengan kenaikan imbal hasil atau yield US Treasury. Sementara itu, yield US Treasury tenor 30 tahun melesat 10 basis poin menjadi lebih dari 5,2%, sekaligus menyentuh level tertinggi sejak 2007. Pergerakan pasar obligasi tersebut menunjukkan investor masih khawatir terhadap prospek inflasi AS dan mempertanyakan apakah kebijakan The Fed sudah cukup ketat untuk membawa inflasi kembali ke target.