Liputan6.com, Jakarta - Bali kembali menjadi sorotan setelah otoritas imigrasi Indonesia melarang dua warga negara Belanda memasuki wilayah Indonesia. Keduanya dikaitkan dengan penyelenggaraan acara lari oleh komunitas Entaourage Bali yang menuai kontroversi karena diduga menerapkan aturan eksklusif bagi peserta. Acara tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul tudingan bahwa warga negara Indonesia tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan, sementara warga negara asing dapat bergabung. Kehadiran komunitas internasional memang memberi kontribusi terhadap pariwisata dan ekonomi Bali. Namun, fenomena ini juga memunculkan tantangan mengenai kepatuhan terhadap aturan dan budaya setempat, sekaligus pentingnya menciptakan ruang sosial yang terbuka dan inklusif bagi masyarakat lokal maupun pendatang.