Liputan6.com, Jakarta - Ada puisi yang selesai ketika titik terakhir diletakkan. Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono menjadi salah satunya. Rama Dauhan bersama Benang Jarum menerjemahkan karya sastra tersebut menjadi koleksi "Hujan Bulan Juni" yang ekspresif, feminin, sekaligus playful. "'Hujan Bulan Juni' bagi saya adalah karya yang sederhana, tapi punya rasa yang dalam,' kata Rama melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 27 Juli 2026. "Ada sesuatu yang tertahan, ada rindu, ada perjalanan, dan ada perasaan yang tidak selalu harus diucapkan secara langsung," imbuhnya.