Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihak BGN akan memprioritaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dengan angka stunting tinggi. Langkah itu dilakukan agar intervensi gizi lebih tepat sasaran sekaligus menekan prevalensi stunting di wilayah paling membutuhkan. Dari data tersebut, terdapat 20 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting terendah, 182 kabupaten/kota kategori sedang, 220 kabupaten/kota kategori tinggi, dan 92 kabupaten/kota kategori sangat tinggi. BGN akan lebih dahulu melihat apakah di wilayah dengan angka stunting tinggi tersebut telah tersedia dapur MBG dapat segera dioperasikan. Yang tinggi dan sangat tinggi stunting-nya ini kemudian di mana, kita lihat sudah ada enggak dapur di situ.