Liputan6.com, Washington, DC - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dinilai jauh lebih terbuka terhadap pengembangan senjata nuklir dibandingkan dengan mendiang ayahnya, Ali Khamenei. Badan-badan intelijen Barat tidak memercayai pernyataan Iran bahwa negara itu tidak pernah berusaha mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, Israel sendiri menyatakan Iran telah mengambil sejumlah langkah menuju pembuatan senjata tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan intelijen AS, kelompok di dalam pemerintahan Iran yang mendukung kepemilikan senjata nuklir kini memiliki pengaruh lebih besar. Presiden Donald Trump menjadikan pembatasan program nuklir Iran sebagai salah satu syarat utama dalam kesepakatan akhir.