Liputan6.com, Jakarta - Indonesia disebut menyimpan potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth yang sangat besar. Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan Logam Tanah Jarang yang diperkirakan mencapai 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO). Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola melalui penguatan tata kelola dan hilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. "Logam Tanah Jarang harus dipahami sebagai pembangunan rantai nilai industri nasional, bukan sekadar aktivitas pertambangan. Di samping identifikasi LTJ, Sucofindo turut memperkuat sistem verifikasi ekspor mineral yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi guna mendukung peningkatan daya saing industri pertambangan nasional.