Liputan6.com, Jakarta - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mulai dibangun. Dalam kesempatan itu, Wamen ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, dengan dimulainya pelaksanaan pembangunan PSEL, merupakan tonggak penting dalam upaya pengolahan sampah di daerah perkotaan untuk mengatasi krisis penumpukan sampah harian. PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Menurut Yuliot, keberadaan PSEL Legok Nangka ini merupakan hasil kerjasama sejumlah pihak. “PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit 40,79 MW dengan pengolahan sampah sekitar 2.000 ton dan nilai investasi sebesar 400 juta USD atau sekitar Rp 7,2 triliun,” terang dia.