Liputan6.com, Jakarta Penyandang disabilitas kerap hanya menjadi sasaran penerima bantuan dari berbagai pihak. Guna menciptakan wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas intelektual, ia mendirikan Difabel Shop. AdvertisementBagi Sukarmi, toko ini menjadi simbol kemandirian dan wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas untuk belajar mengelola usaha ritel modern. Dengan kepeduliannya, Sukarmi menghadirkan Difabel Shop yang juga disebut Toko Mandiri Indogrosir (TMI) Difabel sebagai ruang usaha sekaligus sarana pembelajaran. Tujuannya, agar penyandang disabilitas tidak hanya dipandang sebagai penerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola usaha, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat.