Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (AKR) yang mengelola SPBU BP-AKR, yang batal membeli BBM impor dari Pertamina. AdvertisementMeskipun begitu, ia memastikan stok BBM nasional masih dalam kondisi cukup hingga beberapa hari ke depan. "Yang jelas begini, stok BBM kita, mau RON 92, RON 95, RON 98, maupun Pertalite itu cukup untuk 18-21 hari. Kewajiban pemerintah memastikan bahwa stok BBM kita cukup," tegas Bahlil. "Jadi tidak ada alasan dan tidak ada satu persepsi bahwa BBM kita, ketersediaan kita menipis.