Liputan6.com, Jakarta - Kesiapan infrastruktur nasional dan internal perusahaan menjadi faktor penentu apakah kecerdasan buatan (AI) akan memberikan nilai bisnis yang nyata atau justru menimbulkan risiko baru bagi korporasi di Indonesia. Data terbaru menunjukkan adanya urgensi bagi sektor swasta untuk memperkuat fondasi teknologi mereka, mengingat posisi Indonesia yang masih tertinggal dalam aspek infrastruktur AI global. AdvertisementPara pemimpin industri menekankan pentingnya keseimbangan antara ambisi implementasi AI dengan tingkat kesiapan infrastruktur. "Pengalaman kami menunjukkan bahwa AI mampu memberikan nilai besar ketika ada infrastruktur yang tepat. Kondisi itu mendesak perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada potensi AI, tetapi juga menyiapkan infrastruktur IT internal yang tangguh guna menjembatani kesenjangan tersebut dan memastikan adopsi AI berjalan aman, efisien, serta produktif.