Liputan6.com, Jakarta - Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, masih terus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, operasi pencarian kali ini termasuk yang paling sulit dan berisiko tinggi lantaran kondisi reruntuhan bangunan yang sangat tidak stabil. Tim tambahan dari Semarang dan Jakarta sudah tiba dengan membawa peralatan khusus, seperti penyangga besar untuk menahan struktur bangunan, hingga dongkrak kecil yang bisa dioperasikan dari dalam. Getaran kecil saja, baik dari dalam maupun dari alat berat yang dinyalakan di kejauhan, bisa memicu pergerakan material dan mengancam nyawa petugas maupun korban yang masih terjebak di balik reruntuhan. Ini operasi yang sangat delicate, harus penuh ketelitian, karena taruhannya nyawa petugas dan korban,” ucapnya.