Liputan6.com, Islamabad - Hubungan Amerika Serikat dan Pakistan belakangan terlihat semakin erat. Pemilu Februari 2024 untuk memilih Majelis Nasional ke-16 (pemilu) dinilai penuh kecurangan oleh pengamat, media, dan komunitas internasional—termasuk warga negara AS, Inggris, dan Uni Eropa. Hasilnya menguntungkan Nawaz Sharif dari Liga Muslim Pakistan (PML-N), sementara rivalnya, Imran Khan dari Partai Tehreek-e-Insaf (PTI), tersingkir, dikutip dari laman pjmedia, Senin (29/9/2025). PML-N meraih 75 kursi, sementara Partai Rakyat Pakistan (PPP) 54 kursi. Komisioner Rawalpindi bahkan mengaku mengubah hasil pemilu untuk memenangkan 13 kandidat.