Liputan6.com, Jakarta - Pengguna TikTok di Amerika Serikat (AS) dilaporkan ramai-ramai menghapus aplikasi tersebut dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini terjadi tidak lama setelah TikTok mengumumkan rencana operasinya akan dialihkan ke dalam usaha patungan baru. Berdasarkan data dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower yang dikutip CNBC, Jumat (30/1/2026), rata-rata penghapusan TikTok di AS meningkat hampir 150 persen dalam lima hari terakhir dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya. Kamis lalu, TikTok mengumumkan pembentukan usaha patungan baru untuk menjaga operasinya tetap berjalan di Amerika Serikat. Kekhawatiran pengguna ini tampaknya memengaruhi sentimen terhadap aplikasi setelah pengumuman usaha patungan, dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada lonjakan penghapusan instalasi TikTok dalam beberapa hari terakhir.