Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Stockholm, Kristersson mengatakan dia akan memimpin sebuah dewan kementerian baru tentang Kvinnofrid (kedamaian bagi perempuan), yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi di seluruh lembaga pemerintah. Kristersson mengatakan, upaya baru tersebut akan menangani kekerasan yang berkaitan dengan gangguan kesehatan mental berat, kekerasan dalam rumah tangga, serta hal yang disebut kekerasan yang berkaitan dengan kehormatan, di mana perempuan menjadi sasaran anggota keluarga. Di Boden, polisi merespons panggilan di sebuah kediaman pada 25 Desember 2025 dan kemudian mengonfirmasi seorang perempuan meninggal setelah mengalami kekerasan berat. Menteri Kehakiman Swedia Gunnar Strommer mengatakan "menjadi perempuan di Swedia seharusnya tidak mengancam nyawa", seraya menambahkan bahwa "laki-laki yang berbahaya harus dipenjara" agar para perempuan merasa aman di ruang publik. Catatan sejarah sering mengaitkannya dengan "hukum perdamaian" abad ke-13 yang bertujuan untuk menekan kasus penyerangan dan penculikan terhadap perempuan, meskipun naskah aslinya tidak tersimpan.