Liputan6.com, Jakarta - Ambisi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dinilai tidak akan mudah tercapai tanpa perubahan struktural yang mendasar. AdvertisementBurhanuddin menjelaskan, selama lebih dari satu dekade pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung bertahan di kisaran 5 persen. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi nasional, namun juga menjadi sinyal adanya hambatan struktural yang belum terpecahkan. "Pertanyaannya sederhana: mengapa ekonomi kita seolah tertahan di titik itu? Mengapa tidak bisa keluar dari level itu?