Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis setelah para investor melakukan aksi ambil untung menyusul lonjakan ke rekor tertinggi. Meski demikian, kinerja emas masih berada di jalur penguatan bulanan terbaik sejak era 1980-an di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Logam mulia tersebut sempat berbalik arah dan merosot lebih dari 5% ke level terendah sesi di USD 5.109,62, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi USD 5.594,82 pada sesi yang sama. Advertisement“Kami melihat aksi jual yang dramatis setelah logam mulia mencetak rekor tertinggi baru-baru ini,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger dikutip dari CNBC, Jumat (30/1/2026). UBS menaikkan proyeksi harga emas menjadi USD 6.200 untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sebelum diperkirakan turun ke USD 5.900 pada akhir 2026.