Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Kamis setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Iran, salah satu anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Rencana serangan Trump ini memisu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Mengutip CNBC, Jumat (30/1/2026), harga minyak mentah AS naik USD 2,21 atau 3,5% dan ditutup di level USD 65,42 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan harga global menguat USD 2,31 atau 3,38% menjadi USD 70,71 per barel. AdvertisementSejumlah sumber menyebutkan bahwa Donald Trump tengah mempertimbangkan serangan terarah terhadap pasukan keamanan dan pimpinan Iran.