Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, menilai gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir lebih merupakan koreksi jangka pendek berbasis sentimen, bukan cerminan melemahnya fundamental ekonomi nasional. Menurut Marwan, tekanan pasar dipicu oleh respons investor terhadap pengumuman MSCI terkait transparansi data kepemilikan dan free float saham Indonesia. Kebijakan MSCI berupa pembekuan sementara penyesuaian indeks dan penundaan rebalancing bersifat interim serta membuka ruang perbaikan tata kelola pasar. Pertumbuhan ekonomi bertahan di kisaran 5 persen, inflasi terjaga, defisit transaksi berjalan terkendali, cadangan devisa memadai, serta rasio utang terhadap PDB tetap rendah. Karena itu, situasi saat ini harus dibaca sebagai ujian ketahanan pasar, bukan sinyal rapuhnya perekonomian,” tegasnya.