Namun, ia menilai langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar modal belakangan ini. "Ya, saya dengar juga kaget atas keputusan beliau yang tiba-tiba mundur. Mungkin dirasa beliau gagal dalam membenahi emiten terkait dengan free float sehingga mendapat tekanan dari aksi jual pelaku pasar sehingga beliau dengan legawa memutuskan untuk mundur,” ujar Reza kepada Liputan6.com, Jumat (30/1/2026). AdvertisementMeski demikian, ia menegaskan fokus utama pasar modal seharusnya tidak berhenti pada figur pimpinan, melainkan pada upaya memperkuat fondasi pasar agar lebih sehat dan berkelanjutan. Menurut dia, momentum ini bisa menjadi titik evaluasi untuk membangun pasar yang lebih transparan, efisien, dan berintegritas.