Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program EmPower: Women for Climate-Resilient Societies yang diinisiasi UNEP dan UN Women di Indonesia sejak 2023. Dalam pemaparan hasil kajian, para peneliti menekankan bahwa krisis iklim memberikan beban yang tidak proporsional kepada perempuan, terutama di komunitas rentan dan wilayah yang bergantung pada sumber daya alam. Berbagai kajian global menunjukkan perempuan dan anak perempuan menghadapi risiko kemiskinan, kerentanan kesehatan, serta kekerasan berbasis gender yang lebih tinggi akibat dampak iklim, sementara akses mereka terhadap sumber daya, teknologi, danpendanaan untuk adaptasi kerap terbatas. Jika perspektif dan pengalaman perempuan tidak terwakili dalam kebijakan, transisi menuju ekonomi hijau berisiko memperdalam ketimpangan yang sudah ada. Kebijakan iklim seharusnya menyentuh hingga dampak nyata,” ujar Cazadira Fediva Tamzil, Executive Director Pijar Foundation, dalam keterangan diterima, Kamis (29/1).