Said menilai koreksi dari MSCI harus disikapi secara jernih dan proporsional, sekaligus menjadi momentum bagi otoritas pasar modal untuk melakukan pembenahan struktural. “Pelaku pasar, otoritas bursa, dan OJK harus menangkap pesan MSCI sebagai koreksi konstruktif untuk membangun bursa saham yang sehat,” kata Said dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026). Meski demikian, ia mencatat adanya sinyal positif dari perdagangan hari kedua, di mana nilai aksi beli tercatat lebih besar dibanding aksi jual. “Sejujurnya, melihat nilai kapitalisasi di IHSG dari perdagangan hari ini yang jauh lebih besar dibandingkan kemarin, di satu sisi menandakan kepercayaan pelaku pasar terhadap bursa saham Indonesia masih sangat besar,” ujarnya. “Para pihak (yang bersangkutan) harus berbenah, membuka diri untuk menerika koreksi yang konstruktif dari siapapun, terutama masukan pembenahan administrasi yang di sarankan oleh MSCI,” tegasnya.