Liputan6.com, Jakarta - Kepala Eksekutif Toyota Motor, Koji Sato, menyoroti sejumlah tantangan besar yang berpotensi memengaruhi daya saing global produsen mobil Jepang pada 2026. Menurutnya, industri otomotif Jepang menghadapi persoalan struktural yang cukup mendalam dan dapat mengancam keberlanjutan sektor tersebut dalam jangka panjang. Dilansir dari Auto World Journal yang mengutip Automotive News, Sato yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Produsen Otomotif Jepang (JAMA) selama setahun terakhir, mengungkapkan setidaknya tujuh risiko utama yang akan dihadapi industri otomotif Jepang. Di sisi lain, ia juga mengakui ketergantungan besar industri otomotif Jepang terhadap impor material penting, seperti logam dan litium. Selain itu, roadmap tersebut juga menekankan perlunya perluasan sistem ekonomi sirkular serta reformasi menyeluruh terhadap kerangka perpajakan kendaraan di Jepang yang dinilai semakin kompleks dan membebani industri.