Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian besar pemilik kendaraan sepeda motor, istilah turun mesin kerap menjadi sebuah ancaman yang harus dihindari. Kondisi ini di indetik dengan kerusakan serius pada jantung pacu kendaraan yang menuntut proses perbaikan kompleks, memakan waktu, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Gejalanya sering muncul secara perlahan, mulai dari performa motor yang menurun, suara mesin yang kasar dan tidak normal, hingga munculnya kepulan asap putih pekat dari knalpot. Padahal, jika terus dibiarkan berlarut-larut, kerusakan kecil dapat berkembang menjadi masalah besar yang berujung pada keharusan untuk turun mesin. Dilansir suzuki.co, sebagian besar kasus turun mesin sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang benar.