Liputan6.com, Jakarta - Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terbaru telah mengguncang pasar saham Indonesia. Analis pasar modal Hendra Wardana, mengatakan perdagangan saham Indonesia pada 28 Januari 2026 menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah pasar modal domestik. IHSG terjun bebas hingga 7,35 persen dan ditutup di level 8.320,56, bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di 8.187 sebelum akhirnya terjadi trading halt. AdvertisementMenurut dia, trading halt menjadi penanda mekanisme pasar telah memasuki fase dislokasi, di mana emosi dan kebutuhan likuiditas mengalahkan pertimbangan rasional. Pemicu utama gejolak ini adalah keputusan terbaru MSCI yang menahan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor, tidak menambah bobot saham Indonesia, serta meniadakan rebalancing Februari 2026.