Liputan6.com, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyoroti konsekuensi yang dapat muncul apabila MSCI menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Jika klasifikasi turun posisi pasar modal Indonesia akan sejajar dengan negara-negara seperti Bangladesh hingga Nigeria dari sisi pengelompokan indeks global. “Saya lagi baca list frontier market karena kan persiapannya ke frontier market sekarang. “Kalau untuk perubahan dari market sekarang ke frontier market kurang lebih Pak Burhan ijin itu kurang lebih 25-50 billion US outflow. Dari sisi Danantara, Pandu menegaskan pihaknya tetap berkomitmen berinvestasi di pasar modal Indonesia.