Liputan6.com, Jakarta - Ketika harga pupuk dan pestisida kimia terus meningkat, sekelompok petani muda di Desa Makarti Jaya memilih jalan berbeda. Mereka mulai beralih ke sistem pertanian semi organik, sebuah pendekatan yang dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus memulihkan kondisi lahan pertanian. Dalam satu musim tanam, petani rata-rata menghabiskan hingga tiga karung pupuk kimia dan pestisida sintetis dengan total biaya sekitar Rp5 juta. AdvertisementKetua Kelompok Tani Pomponangi, Irwanto, mengingat masa ketika hasil panen tak lagi sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Program ini membuka ruang bagi petani, terutama generasi muda, untuk mengembangkan pertanian semi organik dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai pupuk dan pestisida alami.