Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan setelah Ketua The Fed Jerome Powell kembali menegaskan pentingnya independensi bank sentral. The Fed menyatakan suku bunga pinjaman acuan tetap berada di kisaran 3,5%–3,75%, dengan pertimbangan bahwa aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh pada laju yang solid. AdvertisementDi sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap melontarkan kritik terhadap Powell, yang dinilai terlalu lamban menurunkan suku bunga. Powell memahami bahwa penyelidikan tersebut bermula dari kemarahan Trump atas lambannya penurunan suku bunga. Ia menolak jika The Fed dijadikan alat politik, karena hal itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap kebijakan suku bunga dan pengendalian inflasi, serta menyulitkan upaya menjaga stabilitas ekonomi.